Kamis, 07 Desember 2017

POLA BARISAN BILANGAN



Pola Barisan Bilangan
1.      Pola garis lurus
Barisan : 1, 2, 3, 4 ,5, ...
Pola      : n
2.      Pola persegi panjang
Barisan : 2, 6, 12, 20, ...
Pola     : n x (n + 1)
3.      Pola persegi
Barisan : 1, 4, 9, 16, ...
Pola     : n2
4.      Pola segitiga
Barisan : 1, 3, 6, 10, ...
Pola      : 1/2n x (n + 1)
5.      Pola bilangan ganjil
Barisan :1, 3, 5, 7, 9, ...
Pola     : 2n – 1
6.      Pola barisan genap
Barisan : 2, 4, 6, 8, ...
Pola      : 2n
7.      Pola segitiga pascal
Barisan : 1, 2, 4, 8, 16, ...
Pola      : 2(n – 1)
Barisan dan Deret
1.      Barisan
Barisan adalah himpunan bilangan yang diurutkan menjadi suatu aturan tertentu. Tiap bilangan itu disebut suku-suku barisan bilangan atau dinotasikan Un. Secara umum barisan dapat ditulis dengan
U1, U2, U3, ... , {Un}
Dimana n adalah bilagan asli.
2.      Deret
Deeret adalah jumlah yang diperoleh dari penjumlahan suku—suku suatu barisan.
Barisan dan Deret Aritmetika
1.      Aritmetika
Aritmetika adalah suatu barisan bilangan dimana selisih antara dua suku yang berurutan selalu konstan
2.      Suku ke-n (Un)
Suku ke-n barisan aritmetika adalah
Un = a + (n – 1) b
Dengan
a = suku pertama
b = beda
3.      Jumlah n Suku Pertama (Sn)
Jumlah n suku pertama dalam deret aritmetika adalah
Sn = n/2 (U1Un)
    = n/2 (2a + (n – 1) b
Dengan :
                        a = suku pertama
                        b = beda
                        Un = suku ke-n
Barisan Geometri
1.      Barisan Geometri
barisan geometri adalah suatu barisan bilangan dimana perbandingan antara dua suku yang berurutan selalu konstan.
                                               U2/U1 = U3/U2 = Un/Un-1
Untuk selanjutnya, perbandingan antara dua suku yang berurutan dimana rasio, ditulis r.
2.      Suku ke-n
Suku ke-n barisan geometri adalah
Un = ar(n - 1)
Dengan
a = suku pertama
r = rasio
3.      Jumlah n Suku Pertama
Jumlah n suku pertama dalam deret geometri adalah           
Sn = a(rn – 1)/r - 1
                                                            = a (1 - rn)/ 1 - r
Dengan
a = suku pertama
r = rasio

PERBANDINGAN & SKALA


Perbandingan dan Skala
A.    Perbandingan
Perbandingan adalah membandingkan ukuran dari dua variabel atau lebih. Ukuran yang dibandingkan harus memiliki besaran atau satuan yang sejenis. Untuk itu, perlu diperhatikan bahwa satuannya harus sama.
            Perbandingan juga dapat diikatakan sebagai bentuk lain dari pecahan. Dengan kata lain, pecahan  dapat dituliskan sebagai a : b, dengan b .
Contoh : sebuah rumh tampak dari depan, lebarnya 8 m dan tingginya 6 m, dibuat model dengan lebar 28 cm. Berapakah tinggi darii rumah model tersebut?
Jawab :
B.     jenis
1.      skala
a.       pengertian skala
skala adalah perbandingan atara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya.
Contoh : sebuah pulau panjang seluruhya 1.458 km tergambar dengan panjang 54 cm pada sebuah peta. Skala yang dipergunakan peta adalah?
Jawab : skala dapat diperoleh dengan mencari perbandingan ukuran model terhadap ukuran sebenanya.
Panjangmodel : panjangnyata
= 54 cm : 145.800.00 cm
b.      faktor perbesaran
faktor pada gambar berskala adalah perbandingan antara sisi sisi yang bersesuaian dari model dengan ukuran objek sesungguhnya.
·         jika n < 1 maka n disebut faktor pengecilan
·         jika n > 1 makka n disebut faktor perbesaran
2.      perbandingan senilai
dua besaran x dan y dikatakan memliki perbandingan senilai jika x bertambah (naik), maka y juga bertambah (naik) dengan perbandingan yang sama.
Contoh : untuk membuat 60 pasang pakaian, seorang penjahit memerlukan waktu selama 18 hari. Jika penjahit tersebut bekerja selama 24 hari, berapa pasang pakaiiann yang dibuat?
Jawab :60 pasangg pakaian = 18 hari maka 1 hari =  pasang.
Jadi, selama 24 hari, ia dapat mengerjakan :  pasang = 80 pasang.
3.      Perbandingan terbalik.
Dua besaran x dan y dikatakan memiliki perbandigan terbalik nilai. Jika x tambah (naik), maka y berkurang (turun) atau sebaliknya.
Contoh :  sebungkus permen akan dibagikan kepada 24 anak, setiap anak mendapat 8 permen. Jika permen ini dibagikan kepada 16 anak maka banyak permen yang diperoleh setiap anak adalah?
Jawab : jumlah permen seluruhnya = 24 x 8 = 192 buah. Jumlah permen yang diterima 16 anak sebanyak :
 = 12 buah.

KESEBANGUNAN & KEKONGRUENAN BANGUN DATAR



A.    Kesebangunan
Dua bangun datar dikatakan sebangunn adalah jika memenuhi :
1.      Sisi-sisi yang bersesuaian memiliki perbandingan panjang yang sama.
2.      Sudut-sudutt yang bersesuaian memiliki besar yang sama.
B.     Kekongruenan
Dua bangun dikatakan kongruen jika memiliki bentuk dan ukuran yang sama serta sudut sudut yang bersesuaian sama besar.
C.    Segitiga
1.      Segitiga Sebangun
Dua segitiiga dikatakan sebangun  jika memenuhi syarat syarat sebagai berikut :
·         Sisi-sisi yang bersesuaian memiliki perbandingan panjang yang sama.
·         Sudut sudut yang bersesuaian memiliki besar yang sama.
·         Dua sudut yang bersesuaian memiliki perbandingan yang sama dan suddut yang diapit kedua sisi emiliki besar yang sama.
2.      Segitiga Kongruen
Dua segitiga dikatakan kongruen jika memenuhi syarat syarat sebagai berikut :
·         Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.
·         Dua sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut yangg diapit kedua sisi tersebut sama besar
·         Dua sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi yang diapit kedua sudut tersebut sama besar.


JENIS SEGITIGA



Jenis-jenis Segitiga
1.      Berdasarkan Panjang Sisi
a.       Segitiga sama sisi
sifat :
·      Segitiga sama sisi mempunyai 3 sisi yang sama panjang.
·      Mempunyai 3 buah sumbu simetri.
·      Ketiga sudutnya sama besar.
b.      Segitiga sama kaki
Sifat :
·      Mempunyai dua sisi yang sama panjang.
·      Mempunyai satu summbu simetri.
·      Dua sudut yang dihadapan sisi yang sama panjang sama besar.
c.       Segitiga sembarang
Sifat :
·         Tidak mempunyai  sisi yang sama panjang.
·         Tidak mempunyai sumbu  simetri.
·         Besar ketiga sudut  tidak sama.
2.      Berdasarkan Besar Sudut
a.       Segitiga siku—siku
Sifat :
·      Mempunyai sudut siku-siku (<A = 90o)
·      Mempunyai sisi miring, yaitu sisi terpanjang.
b.      Segitiga lancip
Sifat :
·      Ketiga sudutnya lancip.
c.       Segitiga tumpul
Sifat :
·         Salah satu titik sudutnya lebih dari 90o.
Phytagoras
1.      Teorema
pada segitiga siku siku di A misalnya, berlaku kuadrat sisi miring BC sama dengan jumlah kuadrat sisi lainnya, yaitu AB dan AC, yang dapat dituliskan dengan
BC2 = AB2 + AC2
2.      Tripel Phytagoras
Tripel phytagoras adalah tiga buah bilangan yang memenuhi teorema phytagoras dan mewakilli sisi sisi pada segitiga siku-siku. Bilangan terbesar merupakan sisi miring.
AC
3
5
7
...
AB
4
12
24
...
BC
5
13
25
...

Pasangan tripel ini berlaku untuk  kelipatannya.
AC
3
6
15
...
AB
4
8
20
...
BC
5
10
25
...